110 views

Dari Limbah Jagung Jadi Material Bangunan Ramah Lingkungan: Cornergy Team Raih Juara Harapan I Krenova Grobogan Melalui Inovasi PANTHER KJ

Mansagan News– Selasa, 31 Maret 2026, sangat membaggakan, kreativitas murid kembali menunjukkan perannya dalam menjawab tantangan lingkungan. Melalui karya inovatif bertajuk “PANTHER KJ: Inovasi Panel Thermal Ramah Lingkungan Berbasis Limbah Kulit Jagung”, tim Cornergy Team berhasil meraih Juara Harapan I dalam Ajang Kreativitas dan Inovasi (Krenova) yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Grobogan.

Cornergy Team terdiri atas Zakia Asyqotur Rohmah (X-7), Marsya Isywal Attaya (X-7), dan Ahmad Syaifullah Yusuf (X-2). Melalui karya tersebut, mereka menghadirkan gagasan pemanfaatan kelobot atau kulit jagung sebagai bahan dasar panel thermal yang mampu menyerap dan menyimpan panas sebagai sumber energi alternatif.

Inovasi ini lahir dari kepekaan para murid terhadap potensi daerah. Kabupaten Grobogan dikenal sebagai salah satu sentra produksi jagung terbesar di Jawa Tengah, sehingga limbah kulit jagung yang dihasilkan pun melimpah. Selama ini, limbah tersebut sebagian besar belum dimanfaatkan secara optimal.

“Melihat banyaknya kulit jagung yang terbuang, kami berpikir bagaimana limbah itu bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna. Dari situlah muncul ide menjadikannya sebagai bahan panel thermal yang ramah lingkungan,” kata Zakia.

Melalui inovasi PANTHER KJ, kulit jagung diolah menjadi material yang mampu menyerap panas dan berpotensi dimanfaatkan sebagai energi alternatif sederhana. Gagasan ini tidak hanya memberi nilai tambah pada limbah pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pengembangan energi ramah lingkungan.

Pemanfaatan biomassa seperti kulit jagung dinilai memiliki potensi untuk mendukung pengurangan ketergantungan terhadap energi listrik konvensional sekaligus menjadi langkah kecil dalam menghadapi persoalan krisis energi dan pemanasan global.

Pembimbing tim, Ima Puspita Rukmi, mengaku bangga dengan kreativitas para murid yang mampu mengembangkan ide sederhana menjadi sebuah inovasi yang bernilai dan berdaya guna.

“Saya sangat senang ketika mereka menemukan ide ini. Kreativitas mereka muncul dari pengamatan terhadap lingkungan sekitar. Saya mendukung sepenuhnya gagasan ini dan mendampingi mereka dalam proses pengembangan hingga dapat dipresentasikan dalam ajang Krenova,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Kepala Madrasah, Kasmuin, yang menyampaikan kebanggaannya atas prestasi yang diraih para murid.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi madrasah. Inovasi yang dihasilkan para murid menunjukkan bahwa generasi muda mampu berpikir kreatif dan solutif terhadap persoalan lingkungan. Kami berharap capaian ini dapat memotivasi murid lain untuk terus berinovasi,” kata Kasmuin.

Keberhasilan Cornergy Team dalam ajang Krenova tersebut menjadi bukti bahwa potensi lokal, jika diolah dengan kreativitas dan riset sederhana, dapat melahirkan solusi inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui karya PANTHER KJ, para murid tidak hanya menghadirkan gagasan teknologi ramah lingkungan, tetapi juga menegaskan bahwa limbah pertanian dapat diubah menjadi sumber energi masa depan yang bernilai dan berkelanjutan. (TK Mansagan)