12 views

Jumat di Masjid Ki Abdurahman, Ahmad Ridho Sohibul Ulum Sampaikan Pesan tentang Menjaga Persaudaraan dan Belajar Memaafkan

Mansagan News – Pelaksanaan Salat Jumat di Masjid Ki Abdurahman, MAN 1 Grobogan, Jumat, 6 November 2026 berlangsung khidmat. Bertindak sebagai khatib, Ahmad Ridho Sohibul Ulum menyampaikan khotbah bertema “Belajar dari Mistah: Jangan Hancurkan Persaudaraan karena Sebuah Kesalahan.”

Dalam khotbahnya, Ahmad Ridho mengajak jemaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Menurutnya, takwa tidak hanya diwujudkan melalui ucapan dan ritual ibadah, tetapi juga melalui kemampuan menjaga diri agar setiap tindakan yang dilakukan membawa keberkahan dan tidak menimbulkan penyesalan.

Khatib kemudian mengajak jemaah mengambil pelajaran dari kisah Mistah bin Utsatsah, seorang sahabat Rasulullah SAW yang hidup dalam keterbatasan dan pernah ikut dalam Perang Badar. Mistah juga merupakan kerabat Abu Bakar Ash-Shiddiq yang selama bertahun-tahun mendapatkan bantuan dari Abu Bakar.

Namun, ketika terjadi Haditsul Ifki, Mistah turut tergelincir dalam menyebarkan berita bohong yang berkaitan dengan kehormatan Sayyidah Aisyah RA. Peristiwa tersebut membuat Abu Bakar sangat terpukul hingga bersumpah tidak akan lagi membantu Mistah.

Namun, Allah SWT kemudian menurunkan QS. An-Nur ayat 22 yang mengajarkan agar umat Islam memberikan maaf dan berlapang dada. Ayat tersebut menyentuh hati Abu Bakar sehingga ia kembali memberikan bantuan kepada Mistah sebagaimana sebelumnya. Khotbah Jumat – Belajar dari Mi…

Menjaga Lisan dan Jemari di Era Media Sosial

Ahmad Ridho menegaskan bahwa kisah tersebut sangat relevan dengan kehidupan generasi muda saat ini. Di tengah derasnya arus media sosial, seseorang dapat dengan mudah menyebarkan informasi, komentar, bahkan aib orang lain hanya dalam hitungan detik.

“Jangan sampai kita mewarisi kesalahan Mistah: menghancurkan kehormatan sesama saudara hanya karena ikut-ikutan arus jemari di media sosial,” pesan yang ditekankan dalam khotbah tersebut. Jemaah juga diajak untuk tidak menjadikan kesalahan teman sebagai bahan ejekan, sindiran, maupun konten yang disebarluaskan. Khotbah Jumat – Belajar dari Mi…

Khatib mengingatkan, ketika seorang teman melakukan kesalahan, sikap yang seharusnya dikedepankan adalah menasihati dengan baik, membantu ketika terjatuh, memeriksa kebenaran sebuah informasi, serta menjaga aib sesama.

“Jika mendengar kabar buruk, saring kebenarannya, tutup rapat aibnya, dan jangan ikut menyebarkannya,” menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan kepada jemaah.

Tiga Pesan Pelita Jiwa

Pada khotbah kedua, Ahmad Ridho merangkum kisah Mistah dan Abu Bakar menjadi tiga pesan utama yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, menjaga lisan dan jemari. Media sosial hendaknya tidak menjadi sarana menyebarkan fitnah, kebohongan, maupun perundungan.

Kedua, berani meminta maaf ketika melakukan kesalahan. Mengakui kesalahan bukanlah tanda kelemahan, tetapi merupakan bagian dari sikap kesatria.

Ketiga, belajar memaafkan. Setiap manusia tentu memiliki kesalahan dan pada saat yang sama berharap mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Karena itu, memberikan maaf dan melapangkan hati merupakan sikap mulia yang perlu terus dilatih.

Khotbah ditutup dengan doa agar generasi muda senantiasa diberikan hati yang baik, dijaga dari kebohongan, ghibah, namimah, dan perilaku yang menyakiti sesama, serta menjadi pribadi yang mampu saling memaafkan dan menjaga persaudaraan.

Pesan utama khotbah Jumat kali ini menjadi pengingat bagi seluruh warga madrasah bahwa kesalahan seseorang tidak seharusnya menjadi alasan untuk memutus persaudaraan. Sebaliknya, kebenaran perlu disampaikan dengan bijak, kesalahan dinasihati dengan kasih sayang, dan hati dilatih untuk memaafkan(TK Mansagan)