17 views

Sinergi Guru dan Murid, MAN Sulap Limbah Ban dan Botol Plastik Jadi Pot Ramah Lingkungan

Mansagan News – Kepedulian lingkungan kembali ditunjukkan oleh warga Madrasah Aliyah Negeri 1 Grobogan melalui kolaborasi antara guru dan murid dalam kegiatan kreatif berbasis ramah lingkungan. Dalam aksi ini, limbah ban bekas dan botol plastik disulap menjadi pot tanaman yang bernilai guna dan estetis.

Kegiatan ini dipandu langsung oleh guru Biologi Endang Dwi Lestari, guru Ekonomi Nanik Susilowati, dan guru Bahasa Arab Eny Yulika, yang mengintegrasikan aspek edukasi lingkungan dengan nilai kreativitas dan ekonomi. Para murid terlibat aktif sejak tahap awal, mulai dari mengumpulkan ban bekas dan botol plastik, membersihkan, hingga menghiasnya dengan berbagai warna dan desain menarik.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap banyaknya ban bekas yang selama ini hanya menjadi sampah bahkan kerap dibakar, sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Hal yang sama juga terjadi pada botol plastik yang sering kali menumpuk tanpa pemanfaatan yang optimal. Melihat kondisi tersebut, tim guru dan murid bersepakat untuk mengolah limbah tersebut menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

“Ban bekas dan botol plastik ini jika dibiarkan hanya akan menjadi masalah lingkungan. Namun dengan kreativitas, keduanya bisa menjadi media tanam yang menarik dan bermanfaat,” ungkap salah satu guru pembimbing.

Ban bekas dicat dengan warna-warna cerah dan motif yang menarik, kemudian difungsikan sebagai pot besar. Sementara itu, botol plastik diolah menjadi pot gantung dan pot kecil yang fleksibel untuk berbagai jenis tanaman.

Melalui kegiatan ini, madrasah tidak hanya menghasilkan karya kreatif, tetapi juga menciptakan sarana penghijauan yang mendukung lingkungan belajar yang sehat. Pot-pot tersebut akan dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman hias dan tanaman hijau di lingkungan madrasah.

Diharapkan, keberadaan pot dari ban bekas dan botol plastik ini dapat menjadikan madrasah lebih asri dan sejuk, bahkan berfungsi sebagai “paru-paru” madrasah yang membantu meningkatkan kualitas udara di lingkungan sekitar. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara guru dan murid mampu menghadirkan solusi nyata terhadap permasalahan lingkungan, sekaligus menanamkan nilai cinta lingkungan dan kreativitas kepada generasi muda(TK Mansagan)