Purwodadi– Dalam upaya merespons dinamika kebijakan pendidikan terbaru, MAN 1 Grobogan menyelenggarakan In House Training (IHT) bertajuk “Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)”. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (21–22 Januari 2026), ini diikuti oleh seluruh jajaran guru dan kepala madrasah dengan penuh antusiasme.
Kepala MAN 1 Grobogan, Kasmuin, dalam pembukaannya menegaskan bahwa guru harus menjadi sosok yang adaptif terhadap perubahan. Menurutnya, implementasi kurikulum Deep Learning memerlukan kesiapan mental dan profesionalisme yang tinggi dari seluruh tenaga pendidik agar proses pembelajaran tetap optimal di tengah perubahan kebijakan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Grobogan, Fahrurrozi, saat membuka acara secara resmi menyatakan bahwa guru adalah “jiwa” dari pendidikan. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual (IQ) dan akhlak mulia. “Guru tidak hanya mencerdaskan otak, tapi juga melahirkan karakter. Keteladanan guru adalah kunci keberhasilan madrasah,” ujar Fahrurrozi di hadapan para peserta.
Agenda hari pertama turut menghadirkan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Amin Handoyo, yang memaparkan kebijakan strategis “Asta Protas”. Selain itu, Ketua Tim Kurikulum Kanwil Kemenag Jateng, Juair, memberikan ulasan komprehensif mengenai KMA Nomor 1503 Tahun 2025 sebagai landasan yuridis baru dalam pengelolaan kurikulum madrasah.

Memasuki hari kedua, Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi Direktorat KSKK Madrasah Kemenag RI, Basit, memberikan pembinaan khusus mengenai filosofi pembelajaran humanis. Ia berpesan agar guru mendidik dengan pendekatan kasih sayang dan menghindari tekanan berlebih kepada siswa.
“Jadilah guru hebat yang melahirkan anak-anak hebat. Didiklah mereka dengan cinta agar lahir murid-murid berprestasi hingga tingkat internasional,” tegas Basit dalam sesi interaktif yang berlangsung hangat.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pendalaman materi oleh Shofar Sholahudin Bisri yang menekankan integrasi nilai empati dan kemanusiaan dalam pendidikan. Melalui IHT ini, MAN 1 Grobogan menargetkan transformasi pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan mampu mencetak generasi unggul yang berkarakter mulia sesuai amanat kurikulum terbaru. (tim)
