89 views

Sambut Ramadan 1447 H MAN 1 Grobogan Adakan Lokakarya Imsakiyah

Purwodadi – MAN 1 Grobogan bekerja sama dengan Fakultas Syariah UIN Salatiga menyelenggarakan Lokakarya Imsakiyah Ramadhan 1447 H pada Rabu, 29 Januari 2026 di aula madrasah. Kegiatan yang mengusung tema “Meninjau Kembali Jadwal Waktu Salat dan Imsakiyah Ramadan” ini diikuti oleh sekira 100 peserta dari unsur para kepala madrasah, guru mapel agama, guru PAI, pimpinan madrasah, dan tokoh masyarakat.

Kepala MAN 1 Grobogan Kasmuin dalam sambutannya menegaskan bahwa penyusunan jadwal imsakiyah dan waktu salat memiliki urgensi besar karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan ibadah umat Islam. Oleh karena itu, diperlukan kajian ilmiah yang mendalam, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan secara syar’i maupun astronomis. Ia berharap lokakarya ini dapat memperkuat literasi keagamaan guru serta menjadi rujukan dalam pelayanan keagamaan di lingkungan madrasah dan masyarakat.

Lebih lanjut Kasmuin berharap, melalui lokakarya ini, MAN 1 Grobogan dapat berkontribusi dalam menghadirkan pemahaman yang lebih utuh dan moderat terkait jadwal waktu salat dan imsakiyah Ramadan, serta memperkuat peran madrasah sebagai pusat edukasi keislaman yang ilmiah, aplikatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Lokakarya dibuka secara langsung oleh Wakil Dekan II Fakultas Syariah UIN Salatiga,  Siti Zumrotun. Dalam sambutanya Zumrotun menyampaikan apresiasi atas sinergisitas antara perguruan tinggi dan Madrasah Aliyah Negeri 1 Grobogan. Ia menilai kolaborasi semacam ini penting untuk menjembatani kajian akademik dengan praktik keagamaan di lapangan, khususnya dalam isu-isu fikih kontemporer yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan umat.

“Kegiatan ini merupakan kolaborasi penting sebagai jembatan kajian akademik dengan praktik keagamaan di masyarakat, khususnya dalam isu fikih kontemporer”. Ujar Zumrotun.

Lokakarya ini menghadirkan dua narasumber, yakni KH Habibul Huda bin Najid, Pengasuh Pesantren Fadllul Wahid Ngangkruk, Bandungsari, Ngaringan, Kabupaten Grobogan, serta Ruswa Darsono, akademisi dan ahli astronomi Islam (falak) dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), yang memaparkan kajian penetapan waktu salat dan imsakiyah dari perspektif fikih dan astronomi (hisab).

KH Habibul Huda bin Najid menegaskan bahwa secara fikih, awal waktu salat Subuh dan puasa ditandai dengan terbitnya fajar shadiq, bukan waktu imsak. Waktu imsak bersifat anjuran sebagai bentuk kehati-hatian (ihtiyath), sehingga tidak boleh dipahami sebagai batas syar’i yang memberatkan umat.

Sementara itu, Ruswa Darsono menjelaskan bahwa penyusunan jadwal waktu salat dan imsakiyah harus didasarkan pada data hisab yang akurat dengan memperhatikan koordinat geografis dan metode perhitungan yang digunakan. Perbedaan jadwal yang beredar di masyarakat, menurutnya, umumnya dipengaruhi oleh perbedaan metode dan titik referensi wilayah.

Kedua narasumber sepakat bahwa jadwal imsakiyah yang ideal adalah jadwal yang sah secara syar’i, presisi secara ilmiah, serta mempertimbangkan kemaslahatan umat agar menjadi pedoman ibadah yang menenangkan dan tidak membingungkan masyarakat. Melalui lokakarya ini, MAN 1 Grobogan berharap dapat berkontribusi dalam menghadirkan pemahaman yang lebih utuh dan moderat terkait jadwal waktu salat dan imsakiyah Ramadan, serta memperkuat peran madrasah sebagai pusat edukasi keislaman yang ilmiah, aplikatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (TK)