Mansagan News-Dalam rangkaian peringatan Milad ke-48, MAN 1 Grobogan menyelenggarakan kegiatan mujahadah sebagai bentuk penguatan spiritual dan refleksi bersama seluruh warga madrasah. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Ki Abdur Rahman MAN 1 Grobogan ini dilaksanakan dengan penuh khidmat dan diikuti oleh Kepala Madrasah, Kepala Tata Usaha, Bapak/Ibu guru dan pegawai, ustaz-ustazah Boarding Darunnajah, serta tim OSIS yang tergabung dalam kepanitiaan milad.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan Al-Fatihah sebagai bentuk tawasul dan harapan agar seluruh rangkaian Milad ke-48 berjalan lancar serta mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Suasana religius semakin terasa ketika seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan tertib dan penuh kekhusyukan.
Agenda dilanjutkan dengan khotmil Qur’an yang dipimpin oleh Ahmad Mudhofir. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menjadi pengingat akan pentingnya menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan dalam perjalanan pendidikan dan penguatan karakter di lingkungan madrasah.
Memasuki inti kegiatan, mujahadah dan Tahlil dipimpin oleh Abdul Syakur. Dalam pelaksanaannya, peserta bersama-sama memanjatkan doa dan dzikir sebagai wujud ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan, kemudahan, serta kemajuan bagi MAN 1 Grobogan. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat keikhlasan, kebersamaan, dan semangat pengabdian seluruh civitas akademika.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh M. Abduh. Doa bersama dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan kepada para pendiri dan tokoh terdahulu yang telah berjasa dalam perjalanan MAN 1 Grobogan, sekaligus memohon keselamatan serta keberlanjutan prestasi madrasah di masa mendatang.
Kepala Madrasah Aliyah Negeri 1 Grobogan, Kasmuin dalam mujahadah menyampaikan mauizah hasanah singkat. Dalam tausiyahnya Beliau mengungkapkan pelaksanaan mujahadah ini menjadi salah satu agenda spiritual dalam rangkaian Milad ke-48 yang menegaskan komitmen MAN 1 Grobogan dalam membangun keseimbangan antara penguatan akademik dan pembinaan spiritual. Diharapkan melalui kegiatan ini, seluruh warga madrasah semakin solid dalam mewujudkan madrasah yang unggul, berakhlakul karimah, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. Selain itu, Beliau menyampaikan amalan mujahadah adalah wasilah untuk mendapatkan keberkahan, selalu membaca istighfar, meminta pertolongan dari Allah, mengakui kebodohan, dan bersyukur adalah kunci utama dalam hidup.

“Ayat ‘la’in syakartum la-azīdannakum wa la’in kafartum inna ‘adzābī la-syadīd’ mengajarkan kita bahwa syukur tidak cukup diucapkan, tetapi harus diperjuangkan. Mujahadah adalah kesungguhan menjaga niat dan disiplin dalam kebaikan, sedangkan ikhtiar adalah usaha nyata dalam belajar dan beramal. Ketika syukur diwujudkan melalui mujahadah dan ikhtiar, Allah akan menambah nikmat dan keberkahan. Namun mengabaikan usaha dan kesungguhan adalah bentuk kufur nikmat yang mendatangkan akibat bagi diri kita sendiri,” Terangnya.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan hamdalah sebagai ungkapan syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara yang berlangsung dengan tertib dan penuh keberkahan, kemudian diakhiri dengan doa kafaratul majelis. (TK Mansagan)
