44 views

Ramadan sebagai Madrasah Ketakwaan, Pesan Mendalam Khotbah Jumat di MAN 1 Grobogan

Mansagan News – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Ki Abdur Rahman MAN 1 Grobogan pada pelaksanaan Salat Jumat, Jumat (27/2/2026). Di tengah suasana ibadah puasa yang mulai dijalani dengan penuh kesungguhan, para warga madrasah guru, tenaga kependidikan, serta murid-murid, tampak memenuhi saf dengan tertib dan tenang.

Khotbah disampaikan oleh Abu Naim dengan mengangkat tema “Ramadan sebagai Madrasah Ketakwaan.” Dalam penyampaiannya, beliau mengajak jemaah memahami bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, melainkan ruang pendidikan ruhani yang membentuk karakter dan memperkukuh keimanan.

Beliau menjelaskan, puasa mengajarkan kesabaran dan pengendalian diri. Menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari bukan hanya latihan fisik, tetapi juga proses mendidik jiwa agar mampu mengontrol hawa nafsu, menjaga lisan, serta menahan amarah.

Salat tarawih, lanjutnya, melatih kesabaran dan kedisiplinan. Konsistensi dalam menjalankan ibadah malam menjadi cerminan komitmen seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sementara itu, sedekah dan zakat fitrah menjadi sarana menumbuhkan kepekaan sosial, menghadirkan empati, serta mempererat kepedulian terhadap sesama.

Tak kalah penting, membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan menjadi momentum untuk memperdalam kandungan firman Allah SWT, bukan sekadar memperbanyak bacaan, tetapi juga memahami dan mengamalkan pesan-pesan ilahiah dalam kehidupan sehari-hari.

Mengutip Surah Al-Baqarah ayat 183, khatib menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah mencapai ketakwaan kepada Allah SWT. Karena itu, menjadikan Ramadan sebagai madrasah ketakwaan berarti menjalani ibadah dengan kesungguhan, menjaga diri dari hal-hal yang dapat merusak pahala, serta memelihara kesakralan bulan suci agar setiap amalan tidak hanya terlaksana, tetapi juga diterima di sisi Allah SWT.

Di tengah keheningan masjid, para jamaah tampak khusyuk menyimak setiap pesan yang disampaikan. Nuansa religius terasa begitu kuat, memperlihatkan semangat warga MAN 1 Grobogan dalam menjalani puasa sekaligus memperdalam makna ibadah. Khotbah pun ditutup dengan doa agar Ramadan benar-benar menjadi madrasah yang menempa pribadi-pribadi bertakwa. (TK Mansagan)