Mansagan News – Semangat menjaga lingkungan terus digelorakan di MAN 1 Grobogan melalui kegiatan ekstrakurikuler Pecinta Alam yang tergabung dalam tim PAMANSAGAN (Pecinta Alam MAN 1 Grobogan). Komunitas ini hadir sebagai wadah bagi murid yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan sekaligus menjadi motor penggerak budaya cinta alam di lingkungan madrasah.
Di bawah kepemimpinan Nur Zakin, yang juga dikenal sebagai duta lingkungan madrasah, PAMANSAGAN aktif menjalankan berbagai program unggulan yang berdampak langsung terhadap kebersihan dan keasrian lingkungan madrasah. Salah satu program andalannya adalah SATU RASA (Siram, Tanam, Rawat, Buang Sampah Madrasah Asri). Program ini mengajak seluruh warga madrasah untuk terlibat dalam kegiatan merawat tanaman, menjaga kebersihan, serta membangun kesadaran kolektif akan pentingnya lingkungan yang sehat.

Selain itu, terdapat pula program GEMA PITA (Gerakan Mendata, Peneduh, Hias, dan Toga) yang berfokus pada pendataan tanaman, penanaman pohon peneduh, penghijauan area madrasah, serta pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Kedua program ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa, menjadikannya sebagai agenda berkelanjutan yang konsisten membangun karakter peduli lingkungan.
Kegiatan-kegiatan tersebut bertujuan menciptakan suasana madrasah yang hijau, segar, dan indah. Tidak hanya mempercantik lingkungan, namun juga memberikan dampak positif terhadap kenyamanan belajar dan kesehatan seluruh warga madrasah.
Menariknya, PAMANSAGAN tidak hanya aktif di dalam lingkungan madrasah, tetapi juga melakukan berbagai aksi nyata di luar. Selain kegiatan berpetualang sebagai sarana mengenal alam lebih dekat, para anggota juga menggelar aksi peduli lingkungan berupa cabut paku dari pohon di area publik. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan pohon, mengingat paku yang menancap dapat menghambat pertumbuhan dan merusak jaringan batang pohon.

Nur Zakin menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki nilai edukatif sekaligus membangun empati terhadap lingkungan. “Kami ingin menghadirkan pengalaman langsung kepada anggota untuk lebih dekat dengan alam. Aksi cabut paku ini juga menjadi bentuk kepedulian sederhana namun berdampak besar agar pohon dapat tumbuh sehat dan tidak rusak,” ujarnya.
Lebih lanjut, kegiatan luar madrasah ini juga menjadi sarana literasi lingkungan sekaligus ruang kontemplasi bagi para anggota agar tetap menjaga kewarasan dan keseimbangan diri di tengah aktivitas belajar.

Dengan visi dan misi yang kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan, PAMANSAGAN terus berinovasi menghadirkan berbagai terobosan kegiatan. Kehadiran ekstrakurikuler ini diharapkan mampu menumbuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis yang tinggi. Melalui langkah nyata dan konsisten, PAMANSAGAN MAN 1 Grobogan membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana, namun memberikan dampak besar bagi masa depan bumi. (TK Mansagan)
