90 views

Bukan Sekadar Wisata, ODL Jadi Sarana Belajar Bahasa Asing Secara Nyata

Mansagan News– Kegiatan Outdoor Learning (ODL) ke Bali yang diikuti murid MAN 1 Grobogan nggak cuma jadi ajang jalan-jalan, tapi juga jadi pengalaman belajar yang seru dan nggak terlupakan. Salah satunya dirasakan oleh Ersha Wardhani, siswa kelas XI-3, yang punya cerita menarik selama di Pulau Dewata.

Di tengah suasana wisata yang ramai, Ersha memberanikan diri untuk berinteraksi dengan turis asing. Nggak cuma sekadar foto bareng, ia juga mencoba ngobrol langsung menggunakan bahasa Inggris. Momen ini pun jadi pengalaman yang cukup “unlock achievement” buatnya.

“Aku awalnya agak deg-degan, tapi ternyata mereka ramah banget. Dari situ aku jadi lebih pede buat ngomong pakai bahasa Inggris,” cerita Ersha dengan antusias.

Interaksi tersebut bukan cuma seru, tapi juga membuka wawasan baru. Ersha mengaku bisa belajar banyak, mulai dari cara komunikasi yang santai tapi sopan, sampai melihat perbedaan budaya secara langsung.

Menurutnya, pengalaman seperti ini beda banget dibanding belajar di kelas. Lebih real, lebih hidup, dan pastinya lebih nempel.

“Belajar langsung kayak gini tuh kerasa banget. Jadi ngerti kalau bahasa itu bukan cuma teori, tapi dipakai buat connect sama orang dari negara lain,” tambahnya.

Menariknya, bukan hanya Ersha yang merasakan pengalaman tersebut. Alif, Dzakiya, dan Dzikra dari kelas XI-11 juga nggak mau kalah. Bahkan, mereka justru lebih dulu diajak ngobrol (speaking) oleh turis asing dan langsung nyambung diajak foto bersama.

Pengalaman itu tentu jadi momen langka yang bikin mereka makin percaya diri. Interaksi spontan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan bahasa bisa berkembang pesat ketika langsung dipraktikkan di situasi nyata.

“Awalnya kaget karena diajak ngobrol duluan, tapi jadi seru banget. Ternyata bisa juga komunikasi walaupun sederhana,” ungkap salah satu dari mereka.

Kegiatan ODL ke Bali memang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan menyenangkan. Lewat interaksi langsung seperti yang dialami Ersha, siswa bisa mengembangkan kepercayaan diri sekaligus keterampilan komunikasi global.

Cerita Ersha ini jadi bukti kalau belajar bisa datang dari mana aja—bahkan dari obrolan santai bareng turis di tempat wisata. Yang penting berani coba, pede, dan nggak takut salah. (TK Mansagan)