Mansagan News – Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti pelaksanaan Salat Jumat di Masjid Ki Abdur Rahman MAN 1 Grobogan pada Jumat (13/3/2026). Bertepatan dengan 23 Ramadan 1447 H, para jemaah yang terdiri dari guru, karyawan, murid, serta warga sekitar madrasah tampak memadati saf-saf masjid untuk menunaikan ibadah Jumat di tengah suasana Ramadan yang semakin mendekati sepuluh malam terakhir.
Khutbah Jumat kali ini disampaikan oleh Abdullah, Guru Akidah Akhlak MAN 1 Grobogan. Dalam khutbahnya, beliau menekankan urgensi ibadah puasa serta pentingnya menjaga kualitas puasa agar tidak sekadar menjadi rutinitas menahan lapar dan dahaga.

Mengutip pemikiran Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin, khatib menjelaskan bahwa terdapat tiga tingkatan puasa yang menggambarkan kualitas ibadah seorang Muslim.
Pertama adalah puasa awam, yaitu puasa pada tingkatan umum yang dilakukan dengan menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Kedua adalah puasa khusus, yaitu puasa yang tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga anggota tubuh dari perbuatan maksiat. Dalam tingkatan ini, seorang Muslim berusaha menjaga pandangan, lisan, pendengaran, serta seluruh anggota tubuh agar tidak terjerumus pada hal-hal yang dapat mengurangi nilai ibadah puasanya.
Adapun tingkatan yang paling tinggi adalah puasa khususul khusus, yakni puasa hati dari segala sesuatu selain Allah SWT. Pada tingkatan ini, hati seorang hamba sepenuhnya tertuju kepada Allah, memurnikan niat dan menjauhkan diri dari segala hal yang dapat melalaikan dari mengingat-Nya.
Dalam kesempatan tersebut, khatib juga mengingatkan jemaah agar menjaga puasa dengan sebaik-baiknya. Ia mengutip sebuah hadis Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:
كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْع وَالْعَطْش
Artinya: “Betapa banyak orang yang berpuasa, namun ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain rasa lapar dan haus.”
Melalui hadis tersebut, khatib mengingatkan bahwa puasa tidak cukup hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga harus disertai dengan upaya menjaga perilaku, ucapan, serta kebersihan hati agar ibadah yang dijalankan benar-benar bernilai di sisi Allah SWT.
Para jemaah tampak khusyuk menyimak setiap pesan yang disampaikan. Nuansa Ramadan yang kian memasuki fase akhir menambah kekhidmatan suasana, sekaligus menjadi pengingat bagi warga madrasah untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT di hari-hari terakhir bulan suci. (TK Mansagan)
