Mansagan News -Kabar membanggakan kembali datang dari MAN 1 Grobogan. Tiga murid Program Tahfiz berhasil menorehkan prestasi luar biasa dengan menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an sekaligus diterima di perguruan tinggi ternama. Mereka adalah Akhmad Fadli Tamam, Albir Fayruza Najiha, dan Sa’dun Abadi.
Ketiganya menjadi kebanggaan madrasah karena mampu membuktikan bahwa prestasi akademik dapat berjalan selaras dengan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Di penghujung jenjang aliyah, tiga murid ini menorehkan capaian yang tidak hanya membanggakan keluarga dan madrasah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda.
Akhmad Fadli Tamam dan Albir Fayruza Najiha diterima di universitas ternama di Yogyakarta dan Semarang. Sementara Sa’dun Abadi, murid Program Tahfiz yang juga santri Pondok Pesantren Ki Ageng Getas Pendowo, turut melengkapi kebahagiaan itu dengan menuntaskan hafalan 30 juz secara tepat waktu.

Bagi ketiganya, capaian ini adalah karunia yang begitu besar. Menyelesaikan hafalan 30 juz di akhir masa belajar aliyah menjadi hadiah terindah setelah perjuangan panjang yang dilalui dengan disiplin, kesungguhan, dan doa.
“Hafalan ini bukan sekadar target yang selesai, tetapi amanah yang harus dijaga sepanjang hayat. Kami percaya, menghafal Al-Qur’an adalah jalan terang menuju ridha Allah SWT,” ungkap mereka penuh syukur.
Kehadiran Sa’dun Abadi sebagai hafiz 30 juz dari kalangan santri pesantren sekaligus murid madrasah menegaskan bahwa sinergi pendidikan madrasah dan pesantren mampu melahirkan generasi Qurani yang unggul.

Kepala MAN 1 Grobogan, Kasmuin, mengaku sangat bangga dan terharu atas pencapaian tiga murid tersebut. Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan karakter dan pendidikan berbasis Al-Qur’an di madrasah.
“Ini bukan hanya kebanggaan bagi para siswa, tetapi juga kebanggaan seluruh keluarga besar madrasah. Tiga murid kita berhasil menjadi hafiz 30 juz dan menembus perguruan tinggi unggulan. Ini capaian luar biasa yang patut disyukuri,” ujarnya.
Kasmuin menegaskan, Program Tahfiz di MAN 1 Grobogan akan terus dilanjutkan dan diperkuat sebagai program unggulan yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan berjiwa Qurani.
“Keberhasilan Fadli, Albir, dan Sa’dun harus menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas. Program Tahfiz ini akan terus berlanjut, bahkan kami ingin semakin banyak lahir hafiz dan hafizah dari madrasah ini,” tegasnya.
Menurutnya, hafalan 30 juz bukan semata capaian akademik spiritual, tetapi investasi kehidupan yang membawa kemuliaan dunia dan akhirat.
Program Tahfiz di MAN 1 Grobogan selama ini memang dirancang bukan hanya untuk melahirkan penghafal Al-Qur’an, tetapi juga membentuk pribadi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Prestasi tiga murid ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa menghafal Al-Qur’an bukan penghalang meraih masa depan gemilang, tetapi justru jembatan menuju cita-cita yang lebih tinggi.
Di balik kisah ini, tersimpan keyakinan yang hidup di hati para penghafal: siapa yang menjaga Al-Qur’an, maka Al-Qur’an akan menjaga pemiliknya. Dan benar adanya, hafal Al-Qur’an 30 juz adalah tiket jalan terang menuju rida Allah SWT.(TK Mansagan)
